There was an error in this gadget

Friday, January 13, 2012

pergimu menyahut ilahi hilangmu sukar dicari ganti...

Memikirkan kebahagiaan bererti memikirkan apa yang terjadi sebelumnya dan apa yang akan terjadi nanti dan sampai batas tertentu, berfikir terlalu jauh itu,boleh mengusik kebahagiaan itu sendiri." "Jangan berputus asa jika otak tumpul dan kurang cerdas, kerana seseorang yang tumpul otaknya tetapi tidak berputus asa lebih maju daripada orang yang cerdas tetapi pemalas.

Sosok ini begitu sekali istimewa dalam perjuangan PAS semenjak zaman mudanya sehinggalah rohnya melayang dalam usia 63 tahun. Anak Kelantan yang lebih dimesrai dengan jolokan “Pak Syed” adalah pejuang yang telah memberikan baktinya untuk memerkasa jamaah Islam di Negara ini. Berbual dengannya , kita akan hanyut dengan lautan fakta sejarah tentang PAS, peralihan kepimpinan ulama, tokoh-tokoh PAS dan beliau juga semenjak awal antara tenaga penerangan yang penting di peringkat Pusat.

Drs Syed Mohamad adalah antara produk mahasiswa Kelantan di zaman Dato Asri menjadi pemimpin PAS. ”Ana antara anak-anak Kelantan yang dihantar belajar ke luar Negara oleh kerjaan Kelantan, bagi memastikan ramai anak negeri itu Berjaya belajar di peringkat pengajian tinggi,” katanya kepada saya beberapa tahun lepas saat ditemuramah.

“Antara pelajar Malaysia yang telah ditarbiah oleh gerakan Islam disana ialah Ustaz Bunyamin Yaakob, Ustaz Wan Mustapha Rusdi, Ustaz Wan Jamil”, sambung Pak Syed mengenang bagaimana Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia yang dipimpin oleh Pak Natsir mengkaderkan pelajar-pelajar pusat pengajian tinggi.saya mengunyah maklumat dengan begitu berjelira, kerana biasanya pengkaderan dakwah rancak di Timur Tengah oleh gerakan fenomenal, Ikhwanul Muslimin.

Dato Asri, juga mempunyai sisi putih dan berjada pada PAS, antaranya di zaman beliau pelajar-pelajar ditaja oleh PAS, pergi belajar ke Iraq. maka lahirlah tokoh seperti Ustaz Hasan Shukri, Ustaz Mohd daud Iraqi, Ustaz Hashim Jasin dan lain-lain lagi,” katanya perlahan dengan suara mendatar. Pak Syed agak objektif dalam menilai sejarah perjuangan PAS. Dia adalah anak muda yang turut terangsang untuk melihat perubahan kepimpinan PAS pada tahun 1982.

Drs Syed mohamad yang mempunyai 7 orang cahayamata memang sangat rapat dengan warga Markas Tarbiah, beliau adalah tetamu tetap majlis berbuka puasa setiap petang dan solat terawih pada malamnya. Anak-anaknya begitu rapat dan manja dengan bapa mereka maka tidak pelik, usai solat jenazah di Masjid Rahimah, anaknya yang keempat dihujung suara yang tersekat-sekat mengungkapkan,”kami bangga dengan ayah kami, ayah kami seorang pejuang”.

Saya semenjak zaman belajar di kampus Universiti Malaya, telah pun mengenali beliau terutama apabila mencari bahan kajian tesis sarjana Muda .”Nanti dah siap tesis m hantar satu naskah ke pejabat PAS,” katanya tegas. Perhubungan kami bertambah rapat apabila saya menggalang jawatan Ketua Pemuda PAS Wilayah Persekutuan dan beliau dahulunya adalah mantan Setiausaha DPP WP. Beliau telah mengarang beberapa buah buku dan puluhan kertas kerja pembinaan fikrah ahli-ahli. Pernah ditawarkan untuk melanjutkan pelajaran ke peringkat PhD dalam dekad 80-an. ”Ana orang miskin, tak cukup belanja dan kerajaan negeri Kelantan yang dipimpin PAS jatuh pada tahun 1978,” tukasnya perlahan, jiwanya begitu akrab dengan pendidikan. ”Enta jangan malas belajar…PAS ini perlukan ramai orang-orang terpelajar,” dia terus memberi nasihat.

“Jangan berhenti ceramah dan kuliah ustaz, nanti enta akan sakit,” katanya separuh serius dan beliau tidak pernah lelah memberikan kalam-kalam nasihat buat kami anak-anak muda Wilayah Persekutuan.

Beberapa hari sebelum ini, Pak Syed bercakap dengan beberapa teman, “ana nak meninggal seperti Ustaz Fadzil Noor... mati dalam berjuang,” katanya dengan bersemangat. Beliau dipanggil pulang pada hari Jumaat yang penuh barakah dan disolati jenazah dengan jemaah yang memadati masjid usai solat Jumaat.

Dewan Pemuda PAS Malaysia merakamkan takziah buat keluarga almarhum. Wira tak didendang ini adalah insan dengan seribu keteladanan di jalan dakwah yang memerlukan manusia yang ikhlas. Perjuangan adalah perlaksanaan kata-kata, terhampar dengan seribu ibtila’. Al-Fatihah!

Penulis adalah Ketua Penerangan Dewan Pemuda PAS Malaysia.

KAMI SAYANG ACEH.....

Memikirkan kebahagiaan bererti memikirkan apa yang terjadi sebelumnya dan apa yang akan terjadi nanti dan sampai batas tertentu, berfikir terlalu jauh itu,boleh mengusik kebahagiaan itu sendiri." "Jangan berputus asa jika otak tumpul dan kurang cerdas, kerana seseorang yang tumpul otaknya tetapi tidak berputus asa lebih maju daripada orang yang cerdas tetapi pemalas.

Nanggroe Aceh Darusalam (Aceh) merupakan salah satu daerah di Nusantara yang masyarakatnya bersifat multietnis. Aceh yang sebelumnya pernah disebut dengan nama Daerah Istimewa Aceh (1959-2001) dan Nanggroe Aceh Darussalam (2001-2009) adalah provinsi paling barat di Indonesia. Aceh memiliki otonomi yang diatur tersendiri, berbeda dengan kebanyakan provinsi lain di Indonesia, karena alasan sejarah. Daerah ini berbatasan dengan Teluk Benggala di sebelah utara, Samudra Hindia di sebelah barat, Selat Malaka di sebelah timur, dan Sumatera Utara di sebelah tenggara dan selatan.

Namun kini Aceh digemparkan dengan pembinaan pembangunan Best Western Hotel dan Mall di tanah eks Geunta Plaza yang berdekatan dengan Masjid Raya Baiturrahman. Pada hari kamis yang lepas tanggal 12/1/2012 Puluhan mahasiswa IAIN Ar-Raniry mengadakan demokrasi di depan Gedung DPRK Banda Aceh, Mereka Menuntut Pemko dan DPRK Banda Aceh membatalkan dan mencabut izin rencana pembangunan Best Western Hotel dan Mall di tanah eks Geunta Plaza yang berdekatan dengan Masjid Raya Baiturrahman. Demokrasi ini berlaku Sekitar pukul 09.30 WIB (10.30 malaysia) Puluhan mahasiswa menuju gedung DPRK Banda Aceh yang telah dijaga sejumlah polis dari Polresta Banda Aceh.

Mahasiswa yang mengenakan almamater biru membawa spanduk dan kartun yang bertuliskan di antaranya Best Western Hotel dan Mall Bukan Budaya Aceh. Para mahasiswa juga menilai pembangunan hotel dan mall yang berdekatan dengan Masjid Raya Baiturrahman itu, akan merusak kesucian masjid yang menjadi ikon masyarakat Aceh selama ini. Menurut Presiden Mahasiswa IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, Fakhrul Radhi, pembangunan Best Western di samping Masjid Raya Baiturrahman merupakan sebuah kebijakan yang sangat tidak sesuai dengan semangat pelaksanaan syariat Islam. Karena pembangunan hotel tersebut akan membuka peluang terjadinya kemaksiatan.

Ini merupakan inisiatif yang diambil oleh mahasiswa islam untuk menjaga rumah Allah dan juga menghormati syariat islam yang berlaku di aceh walaupun syariat islam ini hanya berlaku Lamban tetapi pelaksanaan Syariat Islam di Provinsi Aceh terkendala KARENA lunturnya sifat keteladan dari seorang pemimpin, mulai pemimpin level bawah sampai dengan pemimpin level teratas.

Hal itu terungkap dalam seminar tentang "Refleksi Penegakan Syariat Islam, Mekanisme adat sebagai solusi penyelesaian pelanggaran Syariat Islam" , yang dilaksanakan oleh Lembaga Aceh Judicial Monitoring Institute (AJMI) di Aula Hotel Jeumpa, Lampineung Banda Aceh.

Namun hari ini Sebagian jamaah shalat Jumat Masjid Raya, Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (13/1/2012) menyatakan penolakan terhadap rencana pendirian Best Western hotel di sekitar kompleks masjid. Penolakan itu ditandai dengan penorehan tanda tangan memenuhi kain panjang sekitar 200 meter yang dibentang depan mesjid raya tersebut. Sebagian jamaah shalat Jumat Masjid Raya, Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (13/1/2012) menyatakan penolakan terhadap rencana pendirian Best Western hotel di sekitar kompleks masjid. Penolakan itu ditandai dengan penorehan tanda tangan memenuhi kain panjang sekitar 200 meter yang dibentang depan masjid raya tersebut.

Bentuk dukungan tanda tangan atas penolakan rencana pendirian mall dan hotel di sekitar Masjid Raya Baiturrahman itu dilakukan seusai pelaksanaan shalat Jumat di masjid itu. "Kain ini merupakan sumbangan dari para pedagang kain, mahasiswa, organisasi massa serta rakyat Aceh," kata juru Bicara Koalisi Masyarakat Peduli (KMP) Masjid Raya Baiturrahman, Adli Abdullah, Jumat (13/01/2012). Menurutnya rakyat Aceh bukan menolak pendirian mall dan hotel di Aceh. Tapi, posisi keberadaannya tidak sesuai berada di sekitar Masjid Raya Baiturrahman. Melainkan letaknya berjarak sekitar 1 kilometer dari masjid raya.


Izin awal rencana pendirian Hotel Best Western ini berada di Jalan Sultan Iskandar Muda, sekitar kawasan Simpang Jam Banda Aceh. Namun dipindahkan ke Jamaah shalat Jumat yang memberi dukungan penolakan pembangunan hotel itu meminta Pemerintah Aceh diminta untuk lebih peka terhadap penolakan rakyat Aceh tersebut. "Kain yang dipenuhi tanda tangan penolakan ini akan kami serahkan kepada pemerintah untuk membuat keputusan yang baik bagi kepentingan kita bersama.

Kurangnya pengarahan atau perhatian masyarakat dalam membimbing keluarga masing-masing untuk menuntut ilmu agama juga merupakan persolan yang mengabaikan penegakan syariat Islam. Sebab, tuturnya, keluarga yang baik merupakan awal mula terbangunnya masyarakat yang baik, beradab dan berilmu. Untuk itu, pembinaan keluarga untuk menuntut ilmu agama dan mengamalkannya akan sangat menentukan lahirnya penerapan syariat Islam yang kaffah di Aceh. Ditambahkan, rapat kordinasi pelaksanaan syariat Islam yang dilaksanakan dinas yang dipimpinnya diharapkan dapat mempunyai hasil yang bisa diimplementasikan dalam masyarakat. Masalah-masalah sebegini adalah masalah bersama yang harus dipikul dan dipikirkan bersama dan tanggungjawab ini adalah tanggungjawab bersama bukan induvidu..jadi segala permasalahan yang berlaku harus diselesaikan dan fikirkan solusi bersama demi kepentingan islam.