There was an error in this gadget

Saturday, November 26, 2011

Mencintai Ukhuwwah

Memikirkan kebahagiaan bererti memikirkan apa yang terjadi sebelumnya dan apa yang akan terjadi nanti dan sampai batas tertentu, berfikir terlalu jauh itu,boleh mengusik kebahagiaan itu sendiri." "Jangan berputus asa jika otak tumpul dan kurang cerdas, kerana seseorang yang tumpul otaknya tetapi tidak berputus asa lebih maju daripada orang yang cerdas tetapi pemalas.


Ini Merupakan Sebuah Kisah Tentang Kepemimpinan Ali Ibn Abi Thalib, Seorang Khulafa Ur-Rasyidin Yang Sangat Patut Kita Teladani. Tidak Ada Khalifah Yang Paling Mencintai Ukhuwwah, Ketika Orang Berusaha Menghancurkannya, Seperti Ali Ibn Abi Thalib.

Baru Saja Dia Memegang Tampuk Pemerintahan, Beberapa Orang Tokoh Sahabat Melakukan Pemberontakan. Dua Orang Di Antara Pemimpin Muhajirin Meminta Izin Untuk Melakukan Umrah. Ternyata Mereka Kemudian Bergabung Dengan Pasukan Pembangkang. Walaupun Menurut Hukum Islam Pembangkang Harus Diperangi, Ali Memilih Pendekatan Persuasif. Dia Mengirim Beberapa Orang Utusan Untuk Menyedarkan Mereka. Beberapa Pucuk Surat Dikirimkan. Namun, Seluruh Usaha Ini Gagal. Jumlah Pasukan Pemberontak Semakin Membesar. Mereka Bergerak Menuju Basra.

Dengan Hati Yang Berat, Ali Menghimpun Pasukan. Ketika Dia Sampai Di Perbatasan Basra, Di Satu Tempat Yang Bernama Alzawiyah, Dia Turun Dari Kuda. Dia Melakukan Shalat Empat Rakaat. Usai Shalat, Dia Merebahkan Pipinya Ke Atas Tanah Dan Air Matanya Mengalir Membasahi Tanah Di Bawahnya. Kemudian Dia Mengangkat Tangan Dan Berdo'a:

"Ya Allah, Yang Memelihara Langit Dan Apa-Apa Yang Dinaunginya, Yang Memelihara Bumi Dan Apa-Apa Yang Ditumbuhkannya. Wahai Tuhan Pemilik 'Arasy Nan Agung. Inilah Basra. Aku Mohon Kepada-Mu Kebaikan Kota Ini. Aku Berlindung Kepada-Mu Dari Kejahatannya. Ya Allah, Masukkanlah Aku Ke Tempat Masuk Yang Baik, Kerana Engkaulah Sebaik-Baiknya Yang Menempatkan Orang. Ya Allah, Mereka Telah Membangkang Aku, Menentang Aku Dan Memutuskan Bai'ah-Ku. Ya Allah, Peliharalah Darah Kaum Muslim."
Ketika Kedua Pasukan Sudah Mendekat, Untuk Terakhir Kalinya Ali Mengirim Abdullah Ibn Abbas Menemui Pemimpin Pasukan Pembangkang, Mengajak Bersatu Kembali Dan Tidak Menumpahkan Darah. Ketika Usaha Ini Pun Gagal, Ali Berbicara Di Hadapan Sahabat-Sahabatnya, Sambil Mengangkat Al-Qur'an Di Tangan Kanannya: "Siapa Di Antara Kalian Yang Mahu Membawa Mushaf Ini Ke Tengah-Tengah Musuh. Sampaikanlah Pesan Perdamaian Atas Nama Al-Qur'an. Jika Tangannya Terputus Peganglah Al-Qur'an Ini Dengan Tangan Yang Lain, Jika Tangan Itu Pun Terputus, Gigitlah Dengan Gigi-Giginya Sampai Dia Terbunuh."

Seorang Pemuda Kufah Bangkit Menawarkan Dirinya. Kerana Melihat Usianya Terlalu Muda, Mula-Mula Ali Tidak Menghiraukannya. Lalu Dia Menawarkannya Kepada Sahabat-Sahabatnya Yang Lain. Namun, Tak Seorang Pun Menjawab. Akhirnya Ali Menyerahkan Al-Qur'an Kepada Anak Muda Itu, "Bawalah Al-Qur'an Ini Ke Tengah-Tengah Mereka. Katakan: Al-Qur'an Berada Di Tengah-Tengah Kita. Demi Allah, Janganlah Kalian Menumpahkan Darah Kami Dan Darah Kalian."

Tanpa Rasa Gentar Dan Penuh Dengan Keberanian, Pemuda Itu Berdiri Di Depan Pasukan Aisyah. Dia Mengangkat Al-Qur'an Dengan Kedua Tangannya, Mengajak Mereka Untuk Memelihara Ukhuwwah. Teriakannya Tidak Didengar. Dia Disambut Dengan Tebasan Pedang. Tangan Kanannya Terputus. Dia Mengambil Mushaf Dengan Tangan Kirinya, Sambil Tidak Henti-Hentinya Menyerukan Pesan Perdamaian. Untuk Kedua Kalinya Tangannya Ditebas. Dia Mengambil Al-Quran Dengan Gigi-Giginya, Sementara Tubuhnya Sudah Bersimbah Darah. Sorot Matanya Masih Menyerukan Perdamaian Dan Mengajak Mereka Untuk Memelihara Darah Kaum Muslim. Akhirnya Orang Pun Menebas Lehernya.
Pejuang Perdamaian Ini Rebah. Orang-Orang Membawanya Ke Hadapan Ali Ibn Abi Thalib. Ali Mengucapkan Do'a Untuknya, Sementara Air Matanya Deras Membasahi Wajahnya. "Sampai Juga Saatnya Kita Harus Memerangi Mereka. Tetapi Aku Nasihatkan Kepada Kalian, Janganlah Kalian Memulai Menyerang Mereka. Jika Kalian Berhasil Mengalahkan Mereka, Janganlah Mengganggu Orang Yang Terluka, Dan Janganlah Mengejar Orang Yang Lari. Jangan Membuka Aurat Mereka. Jangan Merosakkan Tubuh Orang Yang Terbunuh. Bila Kalian Mencapai Perkampungan Mereka, Janganlah Membuka Yang Tertutup, Jangan Memasuki Rumah Tanpa Izin, Janganlah Mengambil Harta Mereka Sedikit Pun. Jangan Menyakiti Perempuan Walaupun Mereka Mencemuhkan Kamu. Jangan Mengecam Pemimpin Mereka Dan Orang-Orang Saleh Di Antara Mereka."

Sejarah Kemudian Mencatatkan Kemenangan Di Pihak Ali. Seperti Yang Dipesankannya, Pasukan Ali Berusaha Menyembuhkan Luka Ukhuwwah Yang Sudah Retak. Ali Sendiri Memberikan Ampunan Besar-Besaran. Sejarah Juga Mencatat Bahawa Tidak Lama Setelah Kemenangan Ini, Pembangkang-Pembangkang Yang Lain Muncul. Mu'awiyah Mengerahkan Pasukan Untuk Memerangi Ali. Ketika Mereka Terdesak Dan Kekalahan Sudah Di Ambang Pintu, Mereka Mengangkat Al-Qur'an, Memohon Perdamaian. Ali, Yang Sangat Mencintai Ukhuwwah, Menghentikan Peperangan.

Seperti Kita Ketahui Bersama, Ali Dikhianati. Kerana Kecewa, Segolongan Dari Pengikut Ali Memisahkan Diri. Golongan Ini, Kelak Terkenal Sebagai Khawarij, Berubah Menjadi Penentang Ali. Seperti Biasa, Ali Mengirimkan Utusan Untuk Mengajak Mereka Berdamai. Seperti Biasa Pula, Usaha Tersebut Gagal.

Ini Hanya Sebagai Satu Sirah Yang Berlaku Kepada Orang Yang Menyintai Ukhuwah Bagaimana Dengan Kita Hari Ini Melihat Satu Kekurangan Sahabatnya Sebagai Satu Kebahagian, Kejatuhan Seorang Sahabat Amat Bernilai, Apakah Maksud Ukhuwah ? Bagaimana Kita Menjalinkan Ukhuwah Semua Terletak Pada Hati.. Begitu Juga Ana, Bela Mengatakan Tentang Ukhuwah Ana Jadi Takut, Ana Jadi Sedih, Resah Sebab Ana Juga Bukan Seorang Yang Sempurna Dalam Berukhuwah Tetapi Kita Hanya Mampu Mengubah Apabila Wujudnya Teguran. Dan Teguran Dari Sahabat, Ana Juga Perlukan Untuk Memperbaiki Setiap Kekurangan Dan Kelemahan Ana.. Tapi Apa Yang Ana Boleh Kongsi Disini Perkataan Ukhuwah Itu Harus Saling Memahami, Membantu, Walau Kita Tidak Mampu Menmberi Cukup Sekadar Mendengar, Jadilah Sahabat Dan Pendengar Kepada Sahabat Yang Lain Insayaallah Akan Wujudnya Ukhuwah….. Selamat Menyambut Maal Hijrah Moga Tahun Ini Lebih Baik Dari Tahun Yang Lalu…